Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

ﻗَﺎﻝَ
ﺻَﻠﻰَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﺫَﺍ ﻋَﺎﺩَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ
ﺃَﺧَﺎﻩُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢَ ﻣَﺸَﻰ ﻓِﻲْ ﺧِﺮَﺍﻓَﺔِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ
ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺠْﻠِﺲَ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺟَﻠَﺲَ ﻏَﻤَﺮَﺗْﻪُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔُ،
ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻏُﺪْﻭَﺓً ﺻَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺳَﺒْﻌُﻮْﻥَ ﺃَﻟْﻒَ
ﻣَﻠَﻚٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻤْﺴِﻲَ، ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺴَﺎﺀً ﺻَﻠَّﻰ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺳَﺒْﻌُﻮْﻥَ ﺃَﻟْﻒَ ﻣَﻠَﻚٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺼْﺒِﺢَ .149 .

Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam bersabda: “Apabila
seorang laki-laki berkunjung
kepada saudaranya yg muslim
maka seakan-akan dia berjalan di
kebun Surga hingga duduk.
Apabila sudah duduk maka
dituruni rahmat dgn deras.
Apabila berkunjung di pagi hari
maka tujuh puluh ribu malaikat
akan mendoakannya agar
mendapat rahmat hingga sore.
Apabila berkunjung di sore hari
maka tujuh puluh ribu malaikat
akan mendoakannya agar diberi
rahmat hingga pagi.” (167)(167)
HR. At-Tirmidzi Ibnu Majah
Ahmad dan lihat Shahih Ibnu
Majah 1/244 dan Shahih At-
Tirmidzi 1/286 .

Do’a kepada orang sakit

ﻻَ ﺑَﺄْﺱَ ﻃَﻬُﻮْﺭٌ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ .147 .

“ Tidak mengapa semoga sakitmu
ini membuat dosamu bersih insya
Allah.” (165)

-148 ﺃَﺳْﺄَﻝ
ُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢَ
ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ ﺃَﻥْ ﻳَﺸْﻔِﻴَﻚَ. 148 .

“ Aku mohon kepada Allah Yang
Maha Agung Tuhan yg menguasai
arasy yang agung agar
menyembuhkan
penyakitmu” (166)(165) HR. Al-
Bukhari dgn Fathul Bari 10/ 118.
(166)

“Tidaklah seorang hamba
Muslim mengunjungi orang sakit
yg belum datang ajalnya lalu
membaca sebanyak tujuh kali: …
… kecuali ia pasti disembuhkan
HR. At-Tirmidzi Abu Dawud dan
lihat Shahih At-Tirmidzi 2/210
dan Shahihul Jami’ 5/180.50

Silaturahmi Memanjangkan Umur

Al-Imaam Al-Bukhaariy
rahimahullah berkata :

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﻳَﻌْﻘُﻮﺏَ ﺍﻟْﻜِﺮْﻣَﺎﻧِﻲُّ،
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺣَﺴَّﺎﻥُ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻳُﻮﻧُﺲُ، ﻗَﺎﻝَ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ
ﻫُﻮَ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱُّ، ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﺭَﺿِﻲَ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، :َﻝﺎَﻗ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ :ُﻝﻮُﻘَﻳ ” ﻣَﻦْ
ﺳَﺮَّﻩُ ﺃَﻥْ ﻳُﺒْﺴَﻂَ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺭِﺯْﻗِﻪِ، ﺃَﻭْ ﻳُﻨْﺴَﺄَ ﻟَﻪُ
ﻓِﻲ ﺃَﺛَﺮِﻩِ، ﻓَﻠْﻴَﺼِﻞْ ﺭَﺣِﻤَﻪُ ”

Telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Abi Ya’quub Al-
Kirmaaniy[1] : Telah menceritakan
kepada kami Hassaan[2] : Telah
menceritakan kepada kami Yuunus
[3] : Telah berkata Muhammad –
ia adalah Az-Zuhriy[4] – , dari
Anas bin Maalik radliyallaahu
‘anhu , ia berkata : Aku mendengar
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa
sallam bersabda : “ Barangsiapa
yang suka diluaskan rizkinya dan
ditangguhkan kematiannya,
hendaklah ia menyambung
silaturahim” [Shahiih Al-Bukhaariy
no. 2067].
Sanad ini hasan, namun shahih
dengan keseluruhan jalannya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbaan
2/181-182 no. 439 dengan sanad
hasan, dengan lafadh :

ﻣَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳُﺒْﺴَﻂَ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺭِﺯْﻗِﻪِ، ﻭَﻳُﻨْﺴَﺄَ
ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺃَﺟَﻠِﻪِ، ﻓَﻠْﻴَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ، ﻭَﻟْﻴَﺼِﻞْ “
ﺭَﺣِﻤَﻪُ

Barangsiapa yang suka diluaskan
rizkinya dan ditangguhkan
ajalnya, hendaklah ia bertaqwa
kepada Allah dan menyambung
silaturahim”.

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺼَّﻤَﺪِ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟْﻮَﺍﺭِﺙِ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ
ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﻣِﻬْﺰَﻡٍ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ
ﺍﻟْﻘَﺎﺳِﻢِ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺳِﻢُ، ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ، ﺃَﻥّ
ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ :ﺎَﻬَﻟ
” ﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﺃُﻋْﻄِﻲَ ﺣَﻈَّﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﻓْﻖِ، ﻓَﻘَﺪْ
ﺃُﻋْﻄِﻲَ ﺣَﻈَّﻪُ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ،
ﻭَﺻِﻠَﺔُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻢِ ﻭَﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟْﺨُﻠُﻖِ ﻭَﺣُﺴْﻦُ
ﺍﻟْﺠِﻮَﺍﺭِ ﻳَﻌْﻤُﺮَﺍﻥِ ﺍﻟﺪِّﻳَﺎﺭَ، ﻭَﻳَﺰِﻳﺪَﺍﻥِ ﻓِﻲ
” ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﺭِ

Telah menceritakan kepada kami
‘Abdush-Shamad bin ‘Abdil-
Waarits[5] : Telah menceritakan
kepada kami Muhammad bin
Mihzam[6], dari ‘Abdurrahmaan
bin Al-Qaasim[7] : Telah
menceritakan kepada kami Al-
Qaasim[8], dari ‘Aaisyah :

Bahwasannya Nabi shallallaahu
‘alaihi wa sallam pernah bersabda
kepadanya : “Barangsiapa yang
diberikan bagian dari kelemah-
lembutan, sungguh ia telah
diberikan bagian kebaikan dari
dunia dan akhirat. Menyambung
silaturahim, akhlaq yang baik, dan
bertetangga yang baik akan
memakmurkan negeri-negeri dan
menambah umur-
umur ” [Diriwayatkan oleh Ahmad,
6/159].
Sanadnya shahih.

Allahu A’lam

KEUTAMAAN ISTIQOMAH

Kajian kita kali ini adalah sama-sama ikhtiar meraih kemuliaan di sisi Allah dengan istiqomah. Sebuah sunatullah bahwa istiqomah adalah kekuatan, istiqomah itu mengundang karomah, kemuliaan para kekasih Allah, ciri khasnya ada dua:

1. Yakin. Orang yang istiqomah itu haqqul yakiin, Allah akan menurunkan malaikat yang buahnya adalah derajat kekasih Allah dalam situasi apapun, sekalipun jiwa taruhannya, dia tenang. Tenang ini tidak bisa diminta dari orang, tidak bisa dibeli. Tenang itu milik Allah.

“Huwalladzi andzala sakiinah fii qulubil mu’miniin,” Dialah Allah yang menurunkan sakinah di hati orang yang beriman.

Orang yang dikaruniai ketenangan, jernih dalam segala kondisi itulah Rasulullah, para sahabat, para ulama yang benar-benar pecinta Allah. Orang yang istiqomah akan tidak ada takutnya dan tidak sedih dengan dunia berikut isinya.

2. Mendapat Keutamaan
seperti dalam QS Fusilat ayat 30:
“Sesungguhnya orang- orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah’ dan mereka istiqomah pada pendirian mereka maka para malaikat akan turun kepada mereka dan mengatakan jangan merasa takut dan jangan kamu merasa sedih, bergembiralah kamu memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

“Sesungguhnya orang yang mengatakan, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Merekalah orang-orang yang mewarisi surga, kekal didalamnya sebagai balasan apa yang sudah dilakukan.”
(QS Al- Ahqof: 13-14)

Dalam salah satu hadits, salah satu sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW,
“Ya, Rasul ajarkan kepadaku agama Islam, ucapan yang mencakup seluruhnya sehingga aku tidak bertanya lagi kepadamu sesudah ini.” Beliau menjawab, “Yakinlah kepada Allah dan istiqomah.”
(HR. Muslim)

Kalau orang sudah dapat keyakinan kepada Allah kemudian dia istiqomah dalam keyakinannya, istiqomah dalam amalnya, istiqomah dalam keikhlasannya, dapatlah dunia berikut isinya. Insya Allah derajatnya bisa mencapai derajat kekasih Allah.

Sumber: daaruttauhid.org
_________________________________
Fb: Komunitas Tahajjud Berantai

Shalat Tahajjud Usai Tarawih

Sumber : Buku “Anda Bertanya Sabili Menjawab”

Bolehkah kita melaksanakan tahajjud sedangkan kita sudah melaksanakan shalat tarawih dan  shalat witir? Sebab setau kita shalat witir itu maksudnya adalah shalat penutup.

Perlu diingat bahwa shalat tarawih dan tahajjud adalah dua nama untuk satu jenis shalat. penamaan “Tarawih” didasarkan pada hadits riwayat Baihaqi. Sedangkan nama “Tahajjud” didasarkan pada kata “Fatahajjad” dalam firman Allah : (Khath)
“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-Mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”
(QS. Al-Isra : 79).

Ada juga nama-nama lainnya seperti Shalat Lail,Qiyamullail dan pada bulan Ramadhan disebut Qiyamu Ramadhan.

Tentang masalah ini, kembali pada perbedaan pendapat tentang pembatasan rakaat. Sebagian berpendapat bahwa tarawih hanya 11 rakaat dengan witir, berdasarkan hadits Aisyah tentang praktik shalat Rasulullah SAW, yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim. Ada juga yang berpendapat bahwa rakaat shalat tarawih 23 rakaat dengan witir. Sebagian lagi berpendapat bahwa rakaat tahajjud itu sendiri tak ada batasnya. Mereka berdalil dengan sabda Rasulullah SAW:
“Shalat Lail itu dua-dua (rakaat)”
(HR Bukhari).

Lalu bolehkah mendahulukan witir daripada shalat witir daripada shalat tahajjud. Jawabannya boleh-boleh saja. Dalam hal lain, Rasulullah SAW bersabda, dalam sebuah hadits riwayat Jabir,
” Barangsiapa di antara kalian yang menduga kuat (zhan) bahwa ia tidak dapat bangun di akhirnya (malam), maka hendaknya ia melakukan witir pada awalnya. Dan siapa dari kalian yang menduga kuat dirinya dapat bangun pada akhirnya, maka hendaknya ia mengakhirkan witirnya, karena shalat di akhir malam itu dihadiri (oleh para malaikat) dan itu lebih utama” (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dalam riwayat Aisyah disebutkan bahwa semasa hidup Rasulullah SAW, beliau pernah witir di awal, tengah dan akhir malam
(HR. Al-Jamaah)

____________________________
Fb: Komunitas Tahajjud Berantai

Apakah Allah akan Mengampuniku?

Sumber : Buku dengan Judul Terjemahan “Aku Ingin Bertaubat, Tetapi…”
Karya Syaikh Muhammad Saleh Al-Munajjid

Anda mungkin berkata, “Aku ingin bertaubat, namun dosa-dosaku sungguh teramat banyak. Tidak satupun kebejatan dan tidak satu jenis pun dosa, yang dapat dibayangkan atau selainnya, yang tidak aku lakukan. Sangat buruk sehingga aku tidak tahu apakah Allah akan mengampuniku untuk apa-apa yang telah aku lakukan selama beratahun-tahun.” 

Saya akan memberikan contoh seorang laki-laki muda yang pernah mengajukan pertanyaan ini. Dia telah memulai perbuatan dosanya dari usia yang masih sangat muda, dan ketika mencapai usia 17 tahun dia telah memiliki catatan panjang melakukan berbagai macam kejahatan, besar dan kecil, dengan semua orang, tua maupun muda. Dia bahkan telah menodai seorang gadis kecil. Ditambah lagi daftar panjang pencurian (yang dia lakukan).

Kemudian dia berkata, “Saya telah bertaubat kepada Allah, melakukan shalat tahajud di sebagian malam, berpuasa pada hari Senin dan Kamis, dan saya membaca Al-Qur’an setelah shalat Fajar. Akankah taubatku dapat memberikan suatu manfaat?” 

Prinsip-prinsip petunjuk bagi kita Muslim adalah merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah ketika kita mencari hukum-hukum, pemecahan persoalan dan obat.
Ketika  kita mengembalikan persoalan ini kepada Al-Qur’an, kita menemukan bahwa Allah berfiman:
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya…”
(QS Az-Zumar [39] : 53-54) 

Perasaan bahwa dosa-dosa seseorang terlalu besar untuk diampuni Allah lahir dari beberapa faktor: 
1. Tidak adanya iman pada diri seorang hamba akan luasnya rahmat Allah. 
2. Kurangnya iman terhadap kemampuan Allah untuk mengampuni semua dosa. 
3. Kurangnya amalan hati seseorang, yakni harap (raja’). 
4. Tidak memahami pengaruh taubat dalam menghapus dosa-dosa. 

Mengutip firman Allah:
“…dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu…”
(QS Al-A’raf [7] : 156) 

Mengutip hadits qudsi yang shahih:
Allah berfirman:
“Barangsiapa yang mengetahui bahwa Aku dapat mengampuni semua dosa, Aku akan mengampuninya, dan Aku tidak perduli selama dia tidak menyekutukan sesuatu denganku.”
(Diriwayatkan oleh At-Tabrani dalam Al-Kabir dan oleh Al-Hakim; Shahih Al-Jami’, 4330).

Hal ini mengenai hamba yang bertemu Allah pada Hari Kiamat.  Hal ini mungkin dapat mengobati dengan merujuk pada sebuah hadits qudsi:                                                   ““Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdoa kepadaku, dan berharap kepadaku, maka Aku akan memberikan pengampunan atas segala dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak perduli. Hai anak Adam! Andaikata dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, Aku pasti mengampunimu dan Aku tidak perduli. Hai anak Adam! Jika engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan-kesalahan hampir sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dengan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Ku, maka Aku akan menemuimu dengan pengampunan hampir sepenuh bumi pula.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi; Shahih Al-Jami’, 4338)
____________________________
Fb: Komunitas Tahajjud Berantai

ISTIMEWANYA RAMADHAN

Ramadhan adalan bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan Islam).

Bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam karena terdapat banyak keutamaan di dalamnya. 

Ibarat petani, Bulan Ramadhan adalah saat panen raya.
Diibaratkan panen raya disebabkan bulan ini merupakan waktu dimana berbagai amal kebaikan dilipat gandakan pahalanya jauh melebihi waktu-waktu diluar Ramadhan.

★ Berikut keutamaan-keutamaan Bulan Ramadhan ★

♥ Ramadhan adalah Bulan diturunkannya Al-Quran. “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
(QS. Al-Baqarah 185)

♥Bulan Pendidikan untuk Mencapai Ketaqwaan.
“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.
(QS. Al Baqarah 183)

♥Bulan Penuh Keberkahan.
“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.”
(HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi)

♥Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.”
(HR. Bukhari)
“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.”
(HR. Muslim)

♥Bulan Dilipatgandakanya Amal Sholeh
Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sya`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan,nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan”.
(HR. Bukhori-Muslim).

♥Dibuka Pintu Surga , Ditutup Pintu Neraka

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.”
(HR. Muslim)

♥Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan yaitu Lailatul Qadar
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al Qadr 1-3)

=》Luar biasa bukan keutamaan Bulan Ramadhan?

Sudah sepantasnya jika kita mempersiapkan diri menyambut bulan yang agung tersebut dengan persiapan yang cukup, baik fisik, rohani, maupun ilmu agar ibadah yang kita jalankan lebih sempurna dan mendapatkan semua yang dijanjikan Allah SWT.

Semangat kutubers

Sumber : fimadani.com 
____________________________
Fb: Komunitas Tahajjud Berantai

MIMPI NYATA RASULULLAH SAW

Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:

“Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan……..”

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerikan untuk mengambil nyawanya,maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDHUNYA YANG SEMPURNA

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari siksaan itu

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puasa

6. Aku melihat umatku mencoba mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir. Maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA, sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gulita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT. menyelamatkannya dari gelap gulita.

8. Aku melihat umatku mencoba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMAT menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT.  lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

RASULULLAH SAW BERSABDA : “SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU YANG LAIN WALAUPUN HANYA SATU AYAT”

Sumber : Achmad
http://www.queachmad.com/2013/02/kisah-nyata-9-mimpi-nabi-muhammad-saw.html?m=1

____________________________
Fb: Komunitas Tahajjud Berantai

KEUTAMAAN SHALAT WITIR DAN ANJURAN UNTUK MENGERJAKANNYA

Oleh: Elvia Malbeni

Sesungguhnya shalat Witir memiliki keutamaan yang besar dan memiliki urgensi yang cukup besar.
Dalil yang paling kuat untuk hal itu adalah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya, baik ketika sedang berada di rumah ataupun dalam bepergian.

Inilah dalil yang cukup jelas mengenai betapa pentingnya shalat Witir tersebut.
★ Dari Abu Bashrah al-Ghifari Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.'”
[HR. Ahmad]

★ Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, maka peliharalah dia, yaitu shalat Witir.”

★ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir.” 

★ Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, “Kekasihku Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat; berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur setelah shalat Witir.”

★ Dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, ia menuturkan,  bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.”

★ Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma berkata,  “Barangsiapa shalat sunnah di malam hari maka hendaklah ia men-jadikan akhir shalatnya adalah shalat Witir, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan hal itu”

★ Dari Abu Ayyub al-Anshari Radhiyallahu anhu, ia menuturkan,  bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Shalat Witir adalah haq (benar adanya), maka barangsiapa yang mau, maka berwitirlah lima raka’at, barangsiapa yang mau, berwitirlah tiga raka’at dan barangsiapa yang mau, berwitirlah satu raka’at.”

★ Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma ia menuturkan,  “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di malam hari (shalat Tahajjud) sedang ia berbaring di hadapannya. Bila tinggal tersisa shalat Witir yang belum dilaku-kan, beliau pun membangunkannya, dan ‘Aisyah pun lalu shalat Witir.”

Sumber : http://almanhaj.or.id/content/3494/slash/0/keutamaan-shalat-witir-dan-anjuran-untuk-mengerjakannya/